Resources

Batwa indigenous people gain more skills in gender

A gender workshop organised in Kisoro, south-western Uganda, from the 19-21 November 2012 that aimed to initiate indigenous people in general aspects of gender, has ended successfully.

The workshop was facilitated by the United Organisation for Batwa Development in Uganda (UOBDU) and Forest Peoples Programme and hosted fifty Batwa men and women from the districts of Kanungu, Mbarara, Kabale and Kisoro. Youngsters aged 14 - 20 also attended the workshop.

Masyarakat adat Batwa memperoleh ketrampilan lebih banyak tentang gender

Sebuah lokakarya gender yang diselenggarakan di Kisoro, di kawasan barat daya Uganda, pada tanggal 19-21 November 2012 dan ditujukan untuk mengenalkan aspek-aspek umum gender kepada masyarakat adat,  telah berakhir dengan sukses.

Lokakarya tersebut difasilitasi oleh United Organisation for Batwa Development in Uganda (UOBDU) dan Forest Peoples Programme dan dihadiri oleh lima puluh laki-laki dan perempuan Batwa dari distrik Kanungu, Mbarara, Kabale dan Kisoro. Kaum muda berusia 14 - 20 juga ikut menghadiri lokakarya tersebut. 

Recent reports and submissions

1. Destruction at Dawn: The Rights of Indigenous Peoples in the Republic of Nepal

An in-depth report into the development of the Arun III hydropower project and the challenges it, and projects like it, pose to the Nepali government commitments to protect the rights and interests of indigenous peoples (LAHURNIP, NGO-FONIN and FPP). 

Laporan dan masukan terbaru

1. Kehancuran di Pagi Buta: Hak-Hak Masyarakat Adat di Republik Nepal (Destruction at Dawn: The Rights of Indigenous Peoples in the Republic of Nepal)

Sebuah laporan mendalam terkait  pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga air Arun III dan tantangan-tantangannya, serta proyek lain yang serupa, mempertanyakan komitmen pemerintah Nepal untuk melindungi hak-hak dan kepentingan-kepentingan masyarakat adat (LAHURNIP, NGO-FONIN dan FPP). 

Gender Equality and the Convention on Biological Diversity: A Compilation of Decision Text

The new publication by WEDO and the CBD Secretariat Gender Equality and the Convention on Biological Diversity: A Compilation of Decision Text compiles the gender-responsive language from all agreements in the history of the CBD. From preamble and shared vision text, to actionable language for programming and finance, the range of policy language has recognized that the integration of women's rights and gender equality issues into the

Democratic Republic of Congo: Legal workshops in Bukavu, Boma, and Kinshasa, on the better protection of forest communities’ rights

In July and August 2012, three civil society organisations in the Democratic Republic of Congo (DRC) - Actions pour les Droits, l'Environnement et la Vie (ADEV), the Centre d’Accompagnement des Autochtones Pygmées et Minoritaires Vulnérables (CAMV), and Cercle pour la défense de l'environnement (CEDEN) - organised a series of legal workshops in collaboration with the Forest Peoples Programme and with financial assistance from the Swedish International Development Agency (SIDA). The workshops sought to reinforce the legal capacity of these organisations and to promote a better understanding of indigenous peoples’ and local communities’ rights to land and natural resources and of the mechanisms to advocate for and defend the rights of communities in the REDD+ process in the DRC.

Republik Demokratik Kongo: Lokakarya-lokakarya hukum di Bukavu, Boma, dan Kinshasa, tentang perlindungan hak-hak masyarakat hutan yang lebih baik

Di bulan Juli dan Agustus 2012, tiga organisasi masyarakat sipil di Republik Demokratik Kongo (DRC) - Actions pour les Droits, l’Environnement et la Vie (ADEV), the Centre d’Accompagnement des Autochtones Pygmées et Minoritaires Vulnérables (CAMV), dan Cercle pour la défense de l’environnement (CEDEN) –  menyelenggarakan serangkaian lokakarya hukum bekerja sama dengan Forest Peoples Programme dengan dukungan dana dari Badan Pembangunan Internasional Swedia (Swedish International Development Agency/SIDA). Lokakarya-lokakarya tersebut berupaya menguatkan kapasitas hukum organisasi-organisasi tersebut dan mempromosikan sebuah pemahaman yang lebih baik akan hak-hak masyarakat adat dan masyarakat lokal atas tanah dan sumber-sumber daya alam. Lokakarya tersebut juga untuk menguatkan pengertian mereka akan mekanisme untuk membela dan mempertahankan hak-hak masyarakat  dalam proses REDD+ di Republik Demoraktik Kongo (RDK).

Asia Indigenous Peoples’ Pact adopts a strong gender policy for work on indigenous issues

During the 4th General Assembly of members, the Asia Indigenous Peoples’ Pact (AIPP) has adopted a strong policy on how the organisation will support and encourage work on gender-related issues in all of its working programmes. The policy also addresses internal gender-related processes and possible concerns. The policy will sit alongside the newly adopted strategic plan on women’s rights and forms a coherent and strong commitment to advancing the interests and rights of indigenous women.

Asia Indigenous Peoples’ Pact (Pakta Masyarakat Adat Asia) mengadopsi kebijakan gender yang kuat untuk penanganan isu-isu adat

Dalam Sidang Umum anggota Ke-4, Asia Indigenous Peoples’ Pact (AIPP) atau Pakta Masyarakat Adat Asia telah mengadopsi sebuah kebijakan yang kuat untuk mendukung dan mendorong penanganan isu-isu terkait gender dalam seluruh program kerjanya. Kebijakan tersebut juga akan menangani proses-proses internal terkait gender dan kekhawatiran-kekhawatiran yang mungkin timbul. Kebijakan tersebut juga akan berdampingan dengan rencana strategis yang baru diadopsi mengenai hak-hak perempuan dan akan membentuk sebuah komitmen yang koheren dan kuat untuk memajukan kepentingan dan hak perempuan adat.