Resources

New film highlights the struggle faced by the Panduamaan and Sipituhuta community in North Sumatra

Bagaimana kertas pulp menjadi rantai penyebab konflik? Sekelompok pria di Indonesia ditangkap dan dipukuli karena menuntut hak untuk memanen pohon kemenyan yang menjadi sumber pendapatan mereka ketika perusahaan bubur kertas menghancurkan dan meratakan hutan kemenyan mereka – saat ini, wanita seperti Rusmedia menjadi pemimpin meneruskan perjuangan mereka. Cari tahu lebih dalam mengenai film ini: https://www.youtube.com/watch?v=Y3vKyv_q3O8&feature=youtu.be 

 

Perempuan adat berjuang untuk hak-hak mereka

Di bulan Februari perempuan dari 20 negara bertemu di Chiang Mai, Thailand, untuk membahas tantangan-tantangan yang dihadapi perempuan adat dan komunitas mereka dalam kaitannya dengan hak mereka atas tanah. Lokakarya Internasional tentang Hak, Tanah dan Sumber Daya Perempuan Adat ini diselenggarakan lewat kolaborasi Jaringan Perempuan Adat Asia (AIWN) dan Forest Peoples Programme (FPP).
 
Dengarkan di sini suara-suara perempuan adat yang mencerminkan perjuangan komunitas dan masyarakat mereka untuk melindungi hak-hak mereka.

Video: Lokakarya tentang pemanfaatan berkelanjutan berbasis adat pada Konferensi Jaringan Adat Dunia (World Indigenous Network)

Dari hari Minggu 26 Mei 2013 sampai hari Jumat 31 Mei 2013 Konferensi Jaringan Adat Dunia (WIN) perdana berlangsung di Darwin, Australia. Konferensi ini dirancang untuk membangun fondasi yang kuat untuk sebuah Jaringan Adat Dunia yang inovatif dan kokoh, dengan program yang ditujukan untuk Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal yang memiliki peran aktif dalam mengelola lingkungan alam, untuk datang bersama-sama, bertemu dan berbagi cerita dan pengalaman. Baca lebih lanjut tentang WIN di sini: http://www.worldindigenousnetwork.net/