Resources

Organisasi masyarakat adat dan LSM internasional menyerukan pelambatan proses Guyana-EU FLEGT

Di bulan April dan Mei 2013 asosiasi masyarakat adat Amerika dari Guyana atau Amerindian Peoples’ Association (APA) dan sebuah konsorsium LSM Eropa, termasuk Forest Peoples Programme, mengirim surat kepada Komisi Kehutanan Guyana atau Guyana Forestry Commission (GFC) dan Komisi Eropa atau European Commission (EU), yang berisi keprihatinan akan proses konsultasi yang tergesa-gesa dan akan kurangnya partisipasi yang bermakna dari masyarakat yang bergantung pada hutan dalam proses FLEGT. 

Hak-hak masyarakat adat dilanggar dan tanah adat di Guyana terancam oleh operasi penambangan

Di awal tahun 2013, masyarakat-masyarakat adat di Guyana semakin khawatir dengan terus berlangsungnya dan meningkatnya pengabaian hak-hak mereka yang sah oleh para penambang dan lembaga pemerintah, serta pelanggaran hak yang didukung pengadilan pada dua kasus baru-baru ini. Tahun 2012 lobi penambang secara terbuka menyerang hak-hak masyarakat adat atas tanah dalam surat kabar Guyana dan berjanji akan menentang pengakuan tanah-tanah adat. Sementara itu, lembaga pemerintah yang bertanggung jawab mengatur sektor pertambangan tampaknya mempercepat pengeluaran izin-izin penambangan dan konsesi di atas tanah-tanah adat Amerindian, meskipun tanah-tanah tersebut menjadi subyek tindakan-tindakan hukum di pengadilan yang berupaya mendapatkan pengakuan atas hak kepemilikan tradisional dan/atau permohonan masyarakat desa untuk hak atas tanah dan perpanjangan hak atas tanah yang belum tuntas.

Lembar Berita Elektronik FPP Februari 2013 (versi PDF)

Sahabat-sahabat tercinta,

Saat seseorang mengatakan bahwa suatu solusi gagal karena ‘kurangnya kemauan politik’, saya secara otomatis langsung bertanya pada diri sendiri: kemauan politik siapa dan kepentingan-kepentingan apa yang mendorong hal sebaliknya?