Resources

Perempuan Sengwer dari hutan Embobut meminta bantuan

Sudah lebih dari 22 kali sekarang komunitas kami telah diusir secara paksa dari tanah leluhur kami di hutan Embobut, Bukit Cherangany, oleh Dinas Kehutanan Kenya (KFS), sebuah instansi pemerintah yang seharusnya bertanggung jawab atas perlindungan hutan di negara ini.

Melindungi Pembela Hutan

Sekitar 5 persen penduduk bumi adalah masyarakat adat, dan setiap hari banyak sekali warga masyarakat adat menghadapi risiko kematian dalam perjuangan melindungi tanah leluhur mereka.

Pesan dari perempuan Assoumindelé, Kamerun

Perempuan dari sebuah desa di Kamerun tenggara mengatakan bahwa sulit bagi mereka mengakses sebidang tanah yang telah dialokasikan bagi komunitas mereka sebagai bagian dari kompensasi atas tanah yang diambil untuk dijadikan sebuah cagar alam nasional.

Mengamankan hutan masyarakat dan meningkatkan mata pencaharian di Republik Kongo

Kehutanan Masyarakat, yang dipahami sebagai "hak masyarakat untuk mengelola sumber daya hutan yang menjadi tempat mereka bergantung, dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi kehidupan mereka dan mendapat pengakuan oleh negara"*  tetap merupakan tujuan yang akan dicapai di Republik Kongo. Saat ini belum ada hutan masyarakat di Kongo.

Bagaimana Proyek Air Uni Eropa dapat membantu mengamankan, bukannya melemahkan, hak asasi manusia di Kenya?

Terjadi peningkatan kekhawatiran di kalangan masyarakat sipil lokal, nasional dan internasional tentang implikasi pada hak asasi manusia dari proyek UE senilai € 31.000.000, yaitu Water Tower Protection and Climate Change Mitigation and Adaptation Project (WaTER), atau Proyek Perlindungan Menara Air dan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim, yang difokuskan pada suatu daerah di Kenya yang memiliki sejarah buruk dalam masalah hak asasi manusia.