Resources

Enfin une victoire pour Long Isun

Après une décennie de luttes contre la menace de la destruction des forêts, la communauté autochtone de Long Isun a remporté une petite victoire.

Long Isun canta por fin victoria

Tras una década de luchas contra la amenaza de la destrucción de sus bosques, la comunidad indígena de Long Isun ha conseguido una pequeña victoria.

Logging the Heart out of Borneo: the distressing case of Long Isun

In the late 19th Century, a large group of Dayak Bahau settled on the Meraseh river, a tributary of the Upper Mahakam in East Kalimantan, Indonesia. For a century, they remained largely undisturbed at Long Isun until the 1980s when the government resettled them to the banks of the Mahakam river.

Talando el Corazón de Borneo: el angustioso caso de Long Isun

A finales del siglo XIX un numeroso grupo de Dayak Bahau se asentó junto al río Meraseh, un afluente del Alto Mahakam en Kalimantan Oriental, Indonesia. Durante un siglo vivieron en Long Isun sin apenas ser perturbados, hasta que en los años 80 del siglo XX el Gobierno los reasentó en las riberas del río de Mahakam.

Abattre le cœur de Bornéo : le cas alarmant des Long Isun

À la fin du 19e siècle, un grand groupe de Dayak Bahau s’est établi au bord de la rivière Meraseh, un affluent du Haut-Mahakam dans le Kalimantan occidental, en Indonésie. Pendant un siècle, il vécut paisiblement à Long Isun, jusque dans les années 1980, lorsque le gouvernement le réinstalla sur les rives de la rivière Mahakam.

Menghabisi hutan di Jantung Borneo: kasus memilukan Long Isun

Pada akhir abad 19, sebuah kelompok besar Dayak Bahau menetap di sungai Meraseh, anak sungai Mahakam Atas di Kalimantan Timur, Indonesia. Selama satu abad, mereka tinggal dengan damai di Long Isun sampai tahun 1980-an ketika pemerintah memindahkan mereka ke tepi sungai Mahakam.

PRESS RELEASE: Call for Action - Indonesian Government must address violation of community's rights

The Indonesian government must address the human rights violations in Long Isun, Indonesia – a global gathering has declared. Delegates from Africa, Asia and Latin America heard first-hand testimonies of the growing harm facing forest communities around the world. From Indonesia, many cases demonstrated that Government plans and policies favoured the interests of large companies to the detriment of unprotected communities. They have called on the Government to protect the rights of the communities.

PRESS RELEASE: Himbauan Aksi: Pemerintah Indonesia harus bertindak atas pelanggaran terhadap hak-hak masyarakat

Pemerintah Indonesia harus bertindak atas pelanggran hak asasi manusia di Long Isun, Mahakam Hulu, Indonesia-Deklarasi dari sebuah pertemuan internasional. 

Delegasi dari Afrika, Asia dan Amerika Latin mendengar langsung kesaksian dari perkembangan yang membahayakan masyarakat kehutanan di seluruh dunia. Dari Indonesia, banyak kasus memperlihatkan bagaimana rencana dan kebijakan pemerintah lebih menguntungkan kepentingan dari perusahaan-perusahaan besar yang dapat mengakibatkan kerugian pada masyarakat yang tidak terlindungi dengan baik.

Resolusi Pekanbaru untuk hak-hak masyarakat adat atas tanah dan hutan

Forest Peoples Programme dan organisasi mitra di Indonesia telah menyelenggarakan sebuah lokakarya internasional tentang sistem informasi pemantauan hutan berbasis masyarakat dan hak-hak masyarakat hutan di Pekanbaru, Indonesia. 

Organisasi-organisasi pembela hak-hak masyarakat hutan yang menghadapi ancaman deforestasi diminta untuk mengevaluasi dampak dari semakin besarnya bencana yang menimpa masyarakat hutan dan untuk memberikan wawasan-wawasan tentang kasus-kasus yang tengah mereka tangani.