Resources

PETISI MASYARAKAT BATWA KEPADA MAHKAMAH KONSTITUSI UGANDA

Penulis: United Organisation for Batwa Development in Uganda (UOBDU)Pada tanggal 8 Februari 2013, masyarakat Batwa dari Uganda mengajukan petisi ke Mahkamah Konstitusi Uganda mencari pengakuan atas status mereka sebagai masyarakat adat menurut hukum internasional dan menuntut ganti rugi atas marginalisasi di masa lalu dan pelanggaran hak asasi manusia terus-menerus yang mereka alami sebagai akibat dari perampasan tanah hutan leluhur mereka oleh pemerintah.

Pengajuan terbaru untuk Konvensi Keanekaragaman Hayati

Pada April 2013 FPP dan Natural Justice membuat sebuah usulan bersama kepada Sekretariat Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD) dalam menanggapi sebuah permintaan untuk berperan serta dari para Pihak dan stakeholder tentang program kerja CBD yang berhubungan dengan pengetahuan tradisional tentang keanekaragaman hayati (Pasal 8j).

Masyarakat adat Batwa memperoleh ketrampilan lebih banyak tentang gender

Sebuah lokakarya gender yang diselenggarakan di Kisoro, di kawasan barat daya Uganda, pada tanggal 19-21 November 2012 dan ditujukan untuk mengenalkan aspek-aspek umum gender kepada masyarakat adat,  telah berakhir dengan sukses.

Lokakarya tersebut difasilitasi oleh United Organisation for Batwa Development in Uganda (UOBDU) dan Forest Peoples Programme dan dihadiri oleh lima puluh laki-laki dan perempuan Batwa dari distrik Kanungu, Mbarara, Kabale dan Kisoro. Kaum muda berusia 14 - 20 juga ikut menghadiri lokakarya tersebut.