Resources

JUMPA PERS: RSPO memutuskan Wilmar telah melanggar hak-hak masyarakat adat Kapa dari Sumatera Barat

Panel Pengaduan RSPO baru saja mendapatkan temuan, yang mendukung pengaduan terhadap raksasa minyak sawit, Wilmar International, bahwa perusahaan tersebut memang secara tidak sah telah mengambilalih tanah masyarakat adat Kapa tanpa persetujuan masyarakat bersangkutan. Di bulan Oktober 2014, masyarakat Kapa, yang merupakan masyarakat adat dari Sumatera Barat, telah mengajukan pengaduan resmi kepada RSPO yang menyatakan bahwa anak perusahaan Wilmar International, PT PHP1, telah mengambil alih sebagian tanah adat mereka dan membangun perkebunan sawit tanpa persetujuan masyarakat. 

Respecting Rights? Assessing Oil Palm Companies’ Compliance with FPIC Obligations: A case study of Maryland Oil Palm Plantation in south-eastern Liberia

This review is the result of several years of fieldwork by the Liberian civil society organisation Social Entrepreneurs for Sustainable Development (SESDev), in partnership with the UK-based Forest Peoples Programme (FPP), and is part of a UN Food and Agriculture Organisation (FAO) funded project that examines putting into practice in Liberia the FAO Technical Guide entitled ‘Respecting free, prior and informed consent, Practical guidance for governments, companies, NGOs, indigenous peoples and local communities in relation to land acquisition’.

The Maninjau Resolution

The Maninjau Resolution

28th January 2016

Wilmar’s broken promises: we want action not just pledges

The world’s largest palm oil trading company, Wilmar International Ltd. (F34.SI / WLIL.SI), promised ‘Zero Exploitation’ throughout its supply chain alongside its commitment to ‘Zero Deforestation’. As human rights workers and NGOs that support the rights of the indigenous peoples and local communities in Indonesia and internationally, we NGOs who assembled here near Lake Maninjau in West Sumatra on 26-28 January 2016, declare the following.

Resolusi Maninjau

Resolusi Maninjau28 Januari 2016

Wilmar, “Kami butuh tindakan bukan ikrar”

Perusahaan perdagangan minyak sawit terbesar dunia, Wilmar International Ltd. (F34.SI / WLIL.SI), berikrar untuk menjalankan kebijakan ‘Nol Eksploitasi’ atau ‘Zero Exploitation’ di seluruh rantai pasoknya seiring dengan komitmennya untuk ‘Nol Deforestasi’. Sebagai NGO dan pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) yang mendukung hak-hak masyarakat adat dan komunitas lokal -baik di Indonesia maupun di dunia, kami, sejumlah NGO dan masyarakat yang berkumpul di lereng bukit tepi Danau Maninjau, Sumatra Barat, 26-28 Januari 2016, menyampaikan pernyataan-pernyataan berikut: