Resources

New briefing: Free, Prior and Informed Consent and the RSPO; Are the companies keeping their promises? Findings and recommendations from Southeast Asia and Africa

This briefing, launched on the occasion of the 10th Roundtable on Sustainable Palm Oil (RT10), draws together the key findings of fourteen studies on FPIC in RSPO member/certified plantations based on the RSPO Principles & Criteria (P&C) and related Indicators and Guidance, and makes recommendations for reforms in the way palm oil companies honour the principle of FPIC and respect customary rights to land.

Keputusan Bebas, Didahulukan dan Diinformasikan (Free, Prior and Informed Consent) dan Round Table on Sustainable Palm Oil: Apakah perusahaan menepati janji-janji mereka?

Hak atas Keputusan Bebas, Didahulukan dan Diinformasikan (KBDD) dalan Prinsip dan Kriteria Round Table on Sustainable Palm Oil (RSPO) menetapkan bagaimana kesepakatan yang adil antara masyarakat lokal dan perusahaan (dan pemerintah) dapat dikembangkan melalui cara yang menjamin dihormatinya hak-hak hukum dan hak-hak adat masyarakat adat dan pemegang hak-hak lokal lainnya.[1] Dari bulan Maret sampai Oktober 2012, bersamaan dengan Tinjaun Prinsip dan Kriteria RSPO,[2] Forest Peoples Programme dan mitra-mitra lokalnya[3] melakukan serangkaian penelitian independen atas KBDD di perkebunan-perkebunan kelapa sawit di Asia Tenggara dan Afrika. Tujuan dari penelitian-penelitian tersebut adalah untuk menyediakan informasi lapangan yang rinci tentang bagaimana dan apakah hak atas KBDD telah diterapkan oleh perusahaan, untuk menyingkap malpraktik yang dilakukan perusahaan kelapa sawit, dan untuk mendesak penguatan prosedur dan standar RSPO jika diperlukan.

Press Release: Precedent-setting land deal in palm oil expansion zone in Borneo. 21 March 2011

 

PONTIANAK - A new oil palm plantation being developed in Indonesian Borneo (West Kalimantan) has relinquished community lands to which it had gained a government permit. The company PT Agro Wiratama, a member of the Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) and subsidiary of the giant Musim Mas group, agreed to relinquish more than 1,000 hectares of its 9,000 hectare concession back to the community, following interventions by community representatives and NGOs.

SIARAN PERS: Preseden penanganan masalah tanah dalam ereal ekspansi sawit di Kalimantan. 21 Maret 2011

Pontianak - Satu perkebunan kelapa sawit baru sedang dikembangkan di Indonesia Kalimantan Barat telah menyerahkan lahan masyarakat yang perusahaan dapatkan dari pemerintah. PT Agro Wiratama, salah satu anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan anak perusahaan kelompok Musim Mas, setuju untuk melepaskan lebih kurang lebih 1.000 ha dari 9.000 ha lahan dalam izin lokasi kembali ke masyarakat, setelah berbagai desakan oleh wakil masyarakat dan LSM.