Ressources

Organisasi masyarakat adat mengajukan petisi kepada pemerintah Peru untuk melindungi hak-hak masyarakat terpencil di depan Komisi Inter Amerika Bidang HAM

Pada tanggal 1 November 2013 organisasi-organisasi masyarakat adat dan masyarakat sipil dari Peru termasuk FENAMAD, AIDESEP, Derecho Ambiente y Recursos Naturales (DAR), dan Koordinator Nasional Bidang HAM mengajukan bukti-bukti dalam sebuah acara dengar pendapat di depan Komisi Inter-Amerika.Para pemohon mendokumentasikan kegagalan pemerintah Peru untuk memberikan perlindungan yang efektif bagi masyarakat adat terpencil di Peru.

IDB, Camisea dan Peru: Sebuah maaf, cerita perlindungan penyesalan

Bank Pembangunan Antar-Amerika atau Inter-American Development Bank (IDB) memainkan satu peran katalis dalam pembangunan proyek gas Camisea di wilayah Amazon Peru tahun 2002/2003 walaupun tidak ada kebijakan khusus bagi proyek-proyek yang berdampak bagi masyarakat adat. Ketika IDB menerapkan kebijakan tersebut pada tahun 2006, satu ketentuan penting diabaikan saat bank membuat pinjaman sebesar US$400 juta tahun berikutnya. Sementara itu, upaya yang dilakukan oleh Bank untuk seyogyanya 'melindungi' satu kawasan cadangan bagi masyarakat adat dalam 'pengasingan sukarela' yang terdampak langsung oleh proyek Camisea telah menunjukan bahwa proyek itu gagal total dan kini kelihatan jadi ironis oleh sejumlah rencana perluasan kegiatan operasi segera didalam kawasan Cadangan – rencana-rencana yang sedang hampir disetujui oleh IDB.

Organisasi-organisasi adat menentang ekspansi Camisea sementara Peru menangguhkan keputusan untuk menetapkan konsesi baru

Tanggal 2 November 2012 empat organisasi adat Peru mengeluarkan sebuah pernyataan yang menentang rencana-rencana yang baru-baru ini disetujui tentang ekspansi operasi di lapangan-lapangan gas bumi Camisea[1] di bagian tenggara negara tersebut. Ekspansi ini dapat mengancam ‘kelangsungan hidup fisik dan budaya’ masyarakat adat yang berada dalam ‘isolasi sukarela’ (voluntary isolation) dan dalam kontak awal (initial contact).[2] Ekspansi ini direncanakan akan dilakukan dalam Cagar Alam Kugapakori-Nahua-Nanti yang diperuntukkan bagi masyarakat-masyarakat terisolasi yang dianggap terlarang untuk industri ekstraktif. Namun, sebelumnya di tahun ini sebuah Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk fase pertama ekspansi tersebut telah disetujui oleh Kementerian Energi dan Mineral Peru, meskipun ditentang departemen urusan adat pemerintah, INDEPA, dan dipertanyakan oleh organisasi-organisasi adat.