Mitra FPP mengikuti pelatihan “darimasyarakatuntukmasyarakat” mengenai pemantauan dengan GIS Cloud

FPP partners recieve training on monitoring technology, Khun Tae, Thailand
By
Caroline de Jong

Mitra FPP mengikuti pelatihan “darimasyarakatuntukmasyarakat” mengenai pemantauan dengan GIS Cloud

Salah satu fitur yang semakin meningkat dari kerja FPP dengan masyarakat hutan adalah mendukung mereka untuk memantau kesejahteraan komunitas mereka dan keadaan wilayah mereka, misalnya kesehatan keanekaragaman hayati, dampak perubahan iklim, atau dampak dari aktivitas yang tidak ramah lingkungan seperti pembalakan liar atau penambangan. Masyarakat juga memantau implementasi kesepakatan-kesepakatan keanekaragaman hayati, iklim, pembangunan dan hak asasi manusia internasional di tingkat nasional atau lokal. Walaupun kegiatan untuk melacak apa yang tengah terjadi di dalam tanah masyarakat hutan itu sendiri bukanlah sesuatu yang baru, namun perhatian internasional yang berkembang terhadap 'pemantauan dan sistem informasi berbasis masyarakat (CBMIS/community-based monitoring and information systems)' merupakan hal yang tidak banyak terjadi sebelumnya. Di samping itu,pengakuan para pembuat kebijakan, akademisi, dan lembaga konservasi dan pembangunan internasional, bahwa masyarakat adat dan komunitas lokal memiliki kontribusi penting terhadap penilaian global dan inisiatif pemantauan dikarenakan pengetahuan dan hubungan mereka yang mendalam dengan tanah dan sumber daya mereka, juga merupakan suatu hal yang baru yang sebelumnya tidak banyak terjadi.Salah satu dimensi 'baru' dari pemantauan adalah yang berkaitan dengan penggunaan teknologi baru yang dapat diakses, murah dan mudah, yang memungkinkan masyarakat untuk menghasilkan, menganalisis, menyimpan dan memproses data-data mereka ke dalam peta dan produk keluaran lainnya, dengan mengkombinasikan pengetahuan tradisional dan alat dan pendekatan inovatif. FPP mendukung para mitra untuk membiasakan diri mereka dengan pendekatan-pendekatan baru tersebut dan untuk menerapkan dan mendapatkan keuntungan dari pendekatan tersebut.Salah satu contoh adalah pelatihan praktik CBMIS yang diselenggarakan bagi sejumlah mitra erat FPP di desa Khun Tae dan Chiang Mai, Thailand utara, pada bulan Januari tahun ini. Pelatihan ini difasilitasi oleh Ms Tui Shortland dari masyarakat Ngati Hine di Aotearoa/Selandia Baru. Beliau berbagi pengalaman pemantauan yang dimiliki masyarakat Ngati Hine serta alat-alat yang mereka pilih. Masyarakat Ngati Hine telah mengembangkan sebuah inisiatif pemantauan yang sistematik dan canggih beberapa tahun yang lalu, untuk memantau berbagai perubahan yang terjadi dalam lingkungan mereka dan untuk menjamin kelimpahan spesies untuk memelihara mata pencaharian masyarakat Nhati Hine. Inisiatif ini telah membantu mereka untuk merevitalisasi pengetahuan tradisional mereka dan untuk mengambil peran aktif dalam pengelolaan sumber daya yang melibatkan semua kelompok dalam komunitas, termasuk generasi muda.CBMIS dapat dilakukan dengan berbagai instrumen dan saat ini banyak program telah tersedia, dan program-program baru terus diciptakan sehingga setiap komunitas dapat menilai program yang mana yang paling cocok untuk mereka. Dalam pelatihan ini para mitra bekerja dengan perangkat tablet (karena masyarakat Ngati Hine merasa lebih mudah untuk mengerjakan peta dan bentuk-bentuk pada layar yang lebih luas dibandingkan dengan ponsel pintar) dan belajar untuk bekerja dengan sebuah program yang disebut GIS Cloud, yang direkomendasikan oleh masyarakat Ngati Hine karena kemampuannya untuk mengumpulkan data dan memasukkannya langsung ke dalam peta dalam program yang sama, tanpa harus mengekspor file berisi bentuk (shape file) ke program GIS eksternal. Peta, lapisan (layer) dan borang-borang pengumpulan data dapat dibuat dengan fungsi editor peta, dan kemudian ada aplikasi GIS Cloud yang dapat digunakan di lapangan untuk mengumpulkan data, dengan menggunakan borang-borang yang telah dibuat (secara offline dan lalu diunggah ke dalam peta kemudian atau langsung pada saat itu juga jika ada koneksi internet).Mitra yang menghadiri pelatihan belajar tentang dua fungsi GIS Cloud dan berlatih di lapangan, dan mencari peta dasar wilayah mereka sendiri. Sang pelatih mengadakan sesi one on one, atau satu pelatih-satu peserta, dengan masing-masing mitra untuk membahas potensi prioritas-prioritas pemantauan dan memberikan nasihat dan bimbingan tentang bagaimana menerjemahkannya ke dalam bentuk dan lapisan (layer) dalam program ini. Diskusi bersama juga digelar untuk bertukar pengalaman mengenai pemantauan yang telah dilakukan mitra kerja (termasuk penggunaan lahan, penguasaan lahan dan keanekaragaman hayati), alasan untuk pemantauan, dan isu-isu penting seperti perlindungan dan penyimpanan data. Perlindungan data dan akses ke, serta berbagi, informasi merupakan hal penting yang perlu dibahas dan disepakati bersama sebelum memulai pengumpulan data. Misalnya, yang berkaitan dengan situs keramat atau data yang sensitif secara budaya atau data-data privat.Secara umum latihan tersebut dipandang sangat menarik dan berguna, meskipun pelatihan ini jelas merupakan pengantar yang membutuhkan tindak lanjut dan praktik lebih lanjut. Salah satu komentar penting yang diutarakan para peserta adalah bahwa dengan alat-alat modern siapapun di dalam komunitas dapat mengumpulkan data, dan karenanya hal tersebut tidak lagi merupakan ranah ‘pakar’ eksternal. Salah seorang peserta menekankan bahwa, "Pengumpulan data harus diputuskan oleh komunitas dan dikendalikan dan dimiliki oleh mereka".Tautan:  www.giscloud.com

FPP partner training on a tablet
By
Caroline de Jong