"Kami Siap Membunuh": Ancaman Terhadap Santa Clara de Uchunya Semakin Meningkat Menyusul Keputusan Pengadilan atas Perusahaan Kelapa Sawit

Forest fires Santa Clara

The community has reported huge forest fires caused by land traffickers to clear immense tracts of land.

By
Carlos Hoyos Soria.

"Kami Siap Membunuh": Ancaman Terhadap Santa Clara de Uchunya Semakin Meningkat Menyusul Keputusan Pengadilan atas Perusahaan Kelapa Sawit

Pemimpin-pemimpin komunitas Shipibo di Santa Clara de Uchunya, Peru, telah melaporkan lonjakan ancaman kekerasan dan intimidasi dalam minggu-minggu setelah pengadilan mengeluarkan keputusan terhadap perusahaan kelapa sawit yang bertanggung jawab merampas dan menggunduli lebih dari 7.000 hektar wilayah leluhur mereka.

Carlos Hoyos Soria, kepala Santa Clara de Uchunya, melaporkan dua insiden terpisah yang terjadi pada bulan Januari. Pada malam hari tanggal 5 Januari 2018, dua orang berkerudung dan bersenjata mendatangi rumah seorang tetua masyarakat, yang rumahnya terletak di pinggiran desa yang paling dekat dengan perkebunan yang terus meluas. Mereka kemudian menanyai menantu perempuannya, yang saat itu sedang sendirian di rumah, menanyakan apakah dia warga setempat. Khawatir atas keselamatannya, dia menyangkal hal ini. Kedua laki-laki tersebut kemudian memperlihatkan senapan mereka dan mengatakan bahwa mereka tengah mencari pemimpin komunitas dan warga manapun dari komunitas tersebut, karena "kami siap membunuh".

Selanjutnya, pada malam tanggal 20 Januari, beberapa orang berkerudung berupaya menyerang keluarga yang sama. Hoyos menyimpulkan kenyataan yang dihadapi keluarga di Santa Clara de Uchunya sebagai "ancaman pembunuhan, tembakan langsung pada jarak dekat dan pelecehan terus-menerus."

Insiden ini terjadi hanya beberapa minggu setelah para perampas tanah, yang diyakini terkait dengan operasi minyak sawit, melepaskan tembakan ke sebuah delegasi komunitas yang tengah mengumpulkan bukti-bukti perusakan hutan-hutan masyarakat. Akibatnya, seorang perwakilan organisasi masyarakat adat setempat FECONAU, Edinson Mahua, nyaris mengalami cedera serius. Hoyos menyerukan tindakan dari pemerintah setempat, yang terus-menerus gagal menjamin keamanan masyarakat, dengan alasan bahwa walaupun para pemimpin masyarakat telah melaporkan insiden tanggal 11 Desember kepada jaksa wilayah di Campo Verde, mereka masih belum memberi tahu pihak kepolisian di Nueva Requena

Hoyos juga mengecam tindakan korupsi di Pemerintah Daerah Ucayali dan pemerintah Kotamadya di Distrik Nueva Requena, yang telah mendukung perluasan perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut, dan khususnya Departemen Pertanian Daerah, yang bukannya menerbitkan sertifikat tanah leluhur masyarakat, malah secara terbuka terus melemahkan tawaran Santa Clara untuk mendapatkan pengakuan hukum atas tanah adat mereka dan terus menerbitkan sertifikat kepemilikan kepada orang-orang yang menurut masyarakat datang dan tinggal daerah tersebut dengan kedok sebagai petani padi untuk melakukan perdagangan tanah.

Hoyos berkomentar dalam sebuah kesaksian tercatat, "Hati saya teriris melihat bagaimana hari demi hari masyarakat terus menghadapi ancaman pembunuhan dan perilaku mengancam lainnya dari para pedagang tanah, yang terus-menerus melakukan pelecehan kepada kami, siang dan malam, lewat orang-orang berkerudung yang menimbulkan kegelisahan, ketakutan dan teror di masyarakat. Kami adalah masyarakat pecinta kedamaian; kami tidak ingin menjadi korban orang-orang ini, yang mengaku sebagai petani padi, namun sebenarnya adalah pedagang tanah."

Palm trucked away

Business as usual, in spite of the recent court injunction: palm fruits are trucked away for processing.

By
Carlos Hoyos Soria

Ancaman terakhir muncul beberapa minggu setelah sebuah keputusan dikeluarkan Pengadilan Tinggi Keempat untuk Investigasi Persiapan di Lima, yang memerintahkan penangguhan semua kegiatan penebangan dan penggundulan hutan oleh perusahaan minyak kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Santa Clara de Uchunya, Plantaciones de Pucallpa SAC, yang sekarang dikenal sebagai Ocho Sur P SAC. Di satu sisi, masyarakat menyambut baik keputusan pengadilan ini, yang menegaskan kembali resolusi bulan September 2015 dari Kementerian Pertanian, yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut telah melakukan penggundulan hutan secara ilegal dan memerintahkan penangguhan operasinya. Namun, Hoyos juga menyatakan keprihatinannya bahwa perintah pengadilan baru-baru ini "tidak mencapai targetnya", karena Ocho Sur P SAC terus beroperasi, mengirim buah kelapa dari perkebunan dengan truk untuk diproses lebih lanjut.

Di tengah konteks meningkatnya agresi oleh para pedagang tanah dan pengabaian oleh pemerintah setempat untuk mengakui dan menjamin hak masyarakat atas tanah, berhenti mempromosikan tanah mereka ke operasi agribisnis dan pendatang, serta memberikan perlindungan yang efektif kepada warga dan pemimpin masyarakat, Hoyos mengulangi seruan dari masyarakat agar pemerintah pusat dan badan-badan hak asasi manusia internasional melakukan intervensi, setelah permohonan resmi diajukan kepada Pelapor Khusus PBB untuk Pembela Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Adat pada bulan Oktober dan Desember 2017. Intervensi semacam itu, katanya, sangat penting untuk menghindari kekerasan lebih lanjut terhadap komunitasnya dan memberikan solusi damai untuk masalah ini yang telah menimpa warganya dan wilayah mereka selama bertahun-tahun.