Enam petani terbunuh akibat kegagalan mengatasi perdagangan tanah di Peruvian Amazon

Enam petani terbunuh akibat kegagalan mengatasi perdagangan tanah di Peruvian Amazon

Federasi komunitas adat Ucayali (FECONAU) yang tinggal di samping desa Shipibo di Santa Clara de Uchunya mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengecam dan meratapi pembunuhan enam petani Peru dari Bajo Rayal di Ucayali pada hari Jumat 1 September. Pembunuhan brutal tersebut tampaknya berkaitan dengan perselisihan antara pedagang tanah yang terkait dengan perluasan sektor kelapa sawit di wilayah tersebut. Mereka mengecam pembunuhan tersebut diakibatkan oleh kegagalan dan perilaku korup sejak lama dari lembaga pertanahan Ucayali untuk mengatasi perdagangan tanah dan konflik yang ditimbulkannya yang terjadi di wilayah tersebut. Wilayah Santa Clara, yang tanah leluhurnya berbatasan dengan Bajo Rayal telah mengalami perampasan tanah yang kejam sejak tahun 2012 ketika Plantaciones de Pucallpa sebuah perusahaan kelapa sawit yang berkaitan dengan kelompok usaha komersial Melka (sekarang dikenal sebagai Grupo Ochosur SAC) secara ilegal mulai memperoleh tanah tanpa hak milik (sertifikat) melalui prosedur yang tidak semestinya yang dilakukan dengan dukungan otoritas pertanahan Ucayali dan jaringan pedagang tanah yang terlibat dalam pembunuhan baru-baru ini. Pemimpin FECONAU dan Santa Clara sendiri terus-menerus menghadapi ancaman pembunuhan sejak mereka mulai menantang perluasan perusahaan minyak kelapa sawit dan meminta pemerintah untuk mengambil tindakan tegas untuk memberikan perlindungan yang memadai, menyelidiki pembunuhan tersebut, menyeret mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan dan menghentikan perdagangan tanah yang marak di wilayah tersebut.

Untuk membaca siaran pers  dari Instituto de Estudios Forestales & Ambientales ini (hanya tersedia dalam bahasa Spanyol), silakan klik di sini. Peringatan: Dokumen ini berisi konten sensitif yang bagi sebagian orang dapat dianggap menyinggung atau mengganggu.