Pembukaan periode Konsultasi Publik tentang kerangka kerja akuntabilitas yang baru

Accountability Framework Initiative
Accountability Framework Initiative

Pembukaan periode Konsultasi Publik tentang kerangka kerja akuntabilitas yang baru

Sepuluh LSM lingkungan dan sosial terkemuka berkolaborasi untuk mengembangkan sebuah Kerangka Kerja Akuntabilitas global untuk mempercepat dan mengarahkan pelaksanaan komitmen rantai pasok yang beretika yang berkaitan dengan pengurangan deforestasi dan perlindungan hak asasi manusia.

10 OCTOBER, 2017, NEW YORK, NY - Prakarsa Kerangka Kerja Akuntabilitas, yang dipimpin oleh sebuah koalisi LSM lingkungan dan sosial terkemuka mengumumkan pembukaan periode konsultasi publik mengenai dokumen inti Kerangka Kerja untuk membantu mendorong komitmen terhadap rantai pasok yang beretika. Kerangka kerja tersebut merupakan yang pertama dalam hal ini, yang merupakan suara bersama dari LSM-LSM terkemuka untuk menjelaskan elemen-elemen kunci untuk membangun, menerapkan, dan memantau komitmen rantai pasok yang kredibel dan efektif. Koalisi ini terdiri dari Forest Peoples Programme, Greenpeace, Imaflora, National Wildlife Federation, Proforest, Rainforest Alliance, Prakarsa Hak dan Sumber Daya, Nature Conservancy, World Resources Institute, dan World Wildlife Fund.

Tujuan Kerangka Kerja Akuntabilitas adalah untuk mempercepat kemajuan dan meningkatkan akuntabilitas komitmen rantai pasok yang beretika untuk menghentikan deforestasi, melindungi ekosistem alami, dan mengamankan hak asasi manusia di sektor pertanian dan kehutanan. Dengan demikian, Kerangka Kerja ini akan berkontribusi untuk mewujudkan komitmen-komitmen dan target-target utama global seperti Deklarasi New York tentang Hutan, Sasaran Pembangunan Berkelanjutan, dan Kesepakatan Iklim Paris.

Publik dapat memberikan masukan lewat platform konsultasi elektronik.

PENDORONG AKSI

Kepedulian publik yang semakin besar terhadap perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, kerusakan lingkungan, dan eksploitasi manusia telah menaikkan tanggung jawab perusahaan menjadi sebuah keharusan yang mendesak. Ratusan pemimpin bisnis yang berpikiran maju telah berjanji untuk mengubah sistem produksi pertanian dan kehutanan serta rantai pasok mereka untuk melindungi ekosistem, manusia, dan masyarakat.

Namun, kejelasan seputar bagaimana penerapan komitmennya masih kurang, terlepas dari semakin meluasnya penggunaan alat dan prakarsa yang ditujukan untuk membantu. Dalam konteks ini, Kerangka Kerja Akuntabilitas bertujuan untuk memecah dua hambatan penting yang menghalangi kemajuan, yaitu:

1) kurangnya kejelasan dan harmonisasi antar sistem dan prakarsa yang berbeda untuk mendukung pemenuhan komitmen;

2) kebutuhan akan alat dan panduan tambahan mengenai aspek-aspek implementasi tertentu, seperti pengelolaan rantai pasok, keterlibatan petani kecil, dan pemantauan, verifikasi, dan pelaporan kemajuan mengenai komitmen.

MENCIPTAKAN KEJELASAN DAN KONSISTENSI UNTUK PERUSAHAAN

Prakarsa Kerangka Kerja Akuntabilitas diluncurkan pada bulan Desember 2016 oleh sebuah koalisi LSM lingkungan dan sosial terkemuka yang memiliki keahlian dan pengalaman yang luas dalam menangani masalah deforestasi, akuntabilitas sosial, dan hak atas tanah yang terkait dengan produksi dan perdagangan komoditas. Kerangka Kerja ini mencakup definisi yang berkaitan dengan deforestasi dan konversi ekosistem alami, serta panduan tentang pelacakan dan pengelolaan rantai pasok, petani kecil, verifikasi, pemantauan dan pelaporan, tindakan perbaikan dan pemulihan, dan topik-topik utama lainnya. Dokumen inti Kerangka Kerja akan memandu perusahaan dalam membangun dan menerapkan komitmen yang kuat, dan akan dilengkapi dengan Manual Operasional dengan rincian komoditas dan rincian spesifik geografi pada tahun 2018.

Kerangka Kerja ini bukan standar baru, namun merupakan usaha pertama dalam hal ini oleh LSM-LSM terkemuka untuk memberikan suara bersama untuk menjelaskan elemen-elemen kunci untuk membangun, menerapkan, dan memantau komitmen rantai pasok yang kredibel dan efektif. Untuk menghindari duplikasi, prakarsa ini juga bekerja sama dengan erat dengan berbagai prakarsa, alat, dan sistem lain untuk mendukung rantai pasok yang bertanggung jawab – misalnya dengan kerja Collaboration for Forests in Agriculture (CFA) untuk mengembangkan pendekatan produksi dan sumber bebas deforestasi di daerah Amazon dan Cerrado di Brasil serta di komunitas Chaco di Paraguay dan Argentina.

"Kerangka Kerja Akuntabilitas akan menyediakan pendekatan bersama untuk meningkatkan efektivitas dan kredibilitas upaya penerapan komitmen rantai pasok yang beretika," kata Nigel Sizer, Presiden the Rainforest Alliance. "Selain itu, Kerangka Kerja ini akan mempercepat kemajuan, mendorong transparansi dan lebih memungkinkan perusahaan untuk melacak kemajuan mereka begitu mereka mencapai tonggak penting."

PRAKARSA KERANGKA KERJA AKUNTABILITAS MEMINTA MASUKAN DARI PUBLIK

Dari tanggal 10 sampai 11 Desember, mitra-mitra Kerangka Kerja Akuntabilitas akan menyambut baik umpan balik dari publik mengenai draft dokumen utama. Masukan ini akan digunakan untuk membantu meningkatkan Kerangka Kerja, memastikan prakarsa ini secara luas mewakili pandangan pemangku kepentingan mengenai rantai pasok yang bertanggung jawab, dan mudah digunakan serta bermanfaat bagi perusahaan, LSM, pemerintah dan pihak-pihak lain untuk membantu mempercepat kemajuan di lapangan. Orang dan organisasi yang berminat didorong untuk berpartisipasi melalui platform konsultasi elektronik atau dengan berpartisipasi dalam acara konsultasi pribadi. Untuk melihat draf Kerangka Kerja, memberikan umpan balik, dan menerima informasi terkini mengenai prakarsa Kerangka Kerja Akuntabilitas ini di masa depan, silakan kunjungi https://accountability-framework.org/.