Masyarakat adat Batwa memperoleh ketrampilan lebih banyak tentang gender

Lokakarya Gender, November 2012, Kisoro, Uganda
By
Stéphanie Vig

Masyarakat adat Batwa memperoleh ketrampilan lebih banyak tentang gender

Sebuah lokakarya gender yang diselenggarakan di Kisoro, di kawasan barat daya Uganda, pada tanggal 19-21 November 2012 dan ditujukan untuk mengenalkan aspek-aspek umum gender kepada masyarakat adat,  telah berakhir dengan sukses.

Lokakarya tersebut difasilitasi oleh United Organisation for Batwa Development in Uganda (UOBDU) dan Forest Peoples Programme dan dihadiri oleh lima puluh laki-laki dan perempuan Batwa dari distrik Kanungu, Mbarara, Kabale dan Kisoro. Kaum muda berusia 14 - 20 juga ikut menghadiri lokakarya tersebut. 

Lokakarya tersebut membicarakan berbagai topik, antara lain aspek-aspek umum gender (perbedaan dalam peran-peran gender, kesetaraan gender dan diskriminasi gender), hubungan antara gender dan budaya, konvensi-konvensi internasional terkait seperti Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on the Elimination of all Forms of Discrimination Against Women/CEDAW) dan kepentingannya, dan instrumen-instrumen hukum nasional lainnya.

Lokakarya ini juga menggunakan berbagai metode untuk menyampaikan pesan-pesan gender seperti klip video dan buku cerita. Yang paling menyentuh adalah “cerita Meena” yang dibuat UNICEF, yang menceritakan kisah seorang gadis muda yang dipaksa menikah oleh ayahnya sebelum mencapai usia 18 tahun. Banyak masyarakat adat Batwa melihat cerita ini sebagai pengalaman hidup yang nyata di antara komunitas yang berbeda dan berjanji untuk mendorong orang lain untuk berubah. Mereka juga menyadari bahwa ada nilai yang sangat besar dalam mendidik para gadis, jadi mereka memang sebaiknya mendapatkan pendidikan. 

Para peserta, yang merasa sangat senang dengan diskusi yang interaktif, aktif berpartisipasi dalam lokakarya dengan merespon berbagai pertanyaan, berbagi pengalaman hidup di komunitas, memberi nasihat kepada sesama masyarakat Batwa dan juga melontarkan pertanyaan. Nteziki Kedress, seorang perempuan adat Mutwa, memberi komentar, ‘Saya mohon Anda semua bertepuk tangan atas pengajaran yang kita peroleh, pengajarannya begitu edukatif’.

Para peserta berjanji untuk Mempelajari, Memahami, Mengubah dan Mendidik (Learn, Understand, Change and Educate/LUCE) orang lain, dan mendorong terwujudnya perubahan ketika mereka kembali ke komunitas mereka. Di atas segalanya, mereka berjanji untuk pertama-tama menjadi teladan sehingga yang lain dapat belajar dari mereka.  

Ditulis oleh Ms. Winfred Mukandinda, staf Hak-Hak atas Tanah dari United Organisation for Batwa Development in Uganda (UOBDU) atau Persatuan Organisasi untuk Pembangunan Batwa di Uganda

Lokakarya Gender, November 2012, Kisoro, Uganda
By
Stéphanie Vig