Kekerasan Terhadap Perempuan Adat, Baik Tua dan Muda: Sebuah fenomena yang kompleks

Violence Against Indigenous Women And Girls: A Complex Phenomenon
By
AIPP and FPP

Kekerasan Terhadap Perempuan Adat, Baik Tua dan Muda: Sebuah fenomena yang kompleks

Paparan teknis (briefing note) ini, diterbitkan oleh Pakta Masyarakat Adat Asia [Asia Indigenous Peoples Pact (AIPP)] dan Forest Peoples Programme dimaksudkan untuk membangun diskusi dan pemikiran tentang kompleksitas tantangan-tantangan kekerasan terhadap perempuan adat tua dan muda.  Kerja-kerja yang tengah dilakukan oleh organisasi-organisasi perempuan adat di Asia dan di seluruh dunia telah semakin menarik perhatian pada kebutuhan akan adanya analisis spesifik dan pemahaman tentang sifat dan bentuk kekerasan tersebut. Catatan ini juga bermaksud untuk menjelaskan kebutuhan untuk menghormati hak-hak secara totalitas, untuk menghormati sekaligus melindungi hak-hak individu dan kolektif perempuan adat.

Sifat kekerasan terhadap perempuan adat tua dan muda sering diasumsikan sama dengan sifat kekerasan terhadap perempuan yang lebih luas. Namun seperti yang ditunjukkan melalui pengalaman perempuan adat di Asia dan disebutkan sini, kekerasan terhadap perempuan adat tua dan muda sering mengambil bentuk-bentuk yang sangat spesifik. Kekerasan dapat dilakukan pada hak-hak budaya, sosial dan ekonomi kolektif masyarakat adat dan kekerasan seperti itu memiliki dampak yang sangat spesifik pada perempuan dan anak perempuan. Bagaimana kita memahami kekerasan ini dan bagaimana kita memahami dampak dari terganggunya hubungan antara perempuan adat dan tanah dan sumber daya yang mereka andalkan akan mengubah cara kita memerangi dampak tersebut.

Masyarakat adat di Asia semakin mendapatkan pengakuan atas status mereka sebagai masyarakat adat, tapi banyak yang masih terus menghadapi kurangnya pengakuan oleh pemerintah mereka sendiri dan pihak-pihak lainnya. Dalam pernyataan ini kami mengacu kepada orang-orang yang mungkin dikenal dengan istilah lain di negara masing-masing, sebagai ‘etnis minoritas’, atau ‘orang gunung’, atau ‘adivasi’, dan referensi kami mencakup seluruh masyarakat yang memilih untuk mendefinisikan diri sendiri sebagai ‘adat’ terlepas dari apapun terminologi yang digunakan pemerintah nasional.

Briefing ini dapat diunduh dan tersedia dalam Bahasa Inggris, Spanyol dan Bahasa Indonesia.