Masyarakat Wapichan dan organisasi-organisasi HAM Guyana menyerukan penghentian rencana pembangunan jalan di kawasan selatan Guyana

Jalan yang diusulkan akan membelah hutan alam di wilayah masyarakat Wapichan
By
Nicolas Fredericks

Masyarakat Wapichan dan organisasi-organisasi HAM Guyana menyerukan penghentian rencana pembangunan jalan di kawasan selatan Guyana

Asosiasi HAM Guyana (GHRA) dan masyarakat Wapichan di Rupununi menyampaikan kekhawatiran yang besar atas rencana pembangunan jalan yang akan berdampak pada hutan alam di bagian selatan negara tersebut,yaitu yang berada di dalam wilayah masyarakat Wapichan. Jalan yang akan dibangun dari Brasil tersebut akan melintasi Desa Parabara di daerah Rupununi Selatan dan akan membabat hutan hujan alam tua di sepanjang rute ke arah Sungai Essequibo dan terus sampai Suriname. Desa-desa masyarakat Wapichan di Guyana yang akan terkena dampak telah menyatakan kekhawatiran mereka setelah mendengar berita ini. Dewan Toshaos (adat) Distrik Rupununi Selatan mengadakan pertemuan di akhir bulan November dan telah mengirim sepucuk surat kepada pemerintah Guyana, menuntut informasi lebih lanjut dan untuk menyatakan penentangan yang keras atas pembangunan jalan manapun yang dapat mengancam hutan-hutan mereka dan dapat merusak tanah-tanah tradisional mereka yang masih menunggu pengakuan hukum setelah lebih dari 45 tahun merdeka dari kekuasaan Inggris. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di sini