Sebuah proses panjang: Peran pembiayaan iklim internasional dalam mengamankan hak-hak adat atas tanah di Peru

A marathon not a sprint: The role of international climate finance in securing indigenous land rights in Peru

A marathon not a sprint: The role of international climate finance in securing indigenous land rights in Peru

Sebuah proses panjang: Peran pembiayaan iklim internasional dalam mengamankan hak-hak adat atas tanah di Peru

Pada malam sambutannya untuk Forum Hutan Tropis Oslo (OTFF), organisasi adat nasional Peru AIDESEP telah meluncurkan sebuah laporan bersama dengan Forest Peoples Programme (FPP) yang menyoroti kegagalan terus-menerus pemerintah Peru untuk memenuhi komitmen progresifnya untuk mengakui hak masyarakat adat atas tanah. Dari sisi positifnya, laporan ini mendokumentasikan kemajuan pesat dalam pendaftaran tanah adat berkat program pendanaan terdesentralisasi yang dilaksanakan dan diawasi oleh organisasi masyarakat adat.

Laporan ini menelusuri status komitmen-komitmen yang dibuat oleh pemerintah Peru sejak tahun 2011 sebagai bagian dari strategi mitigasi iklim nasionalnya. Janji-janji ini mencakup reformasi undang-undang hak-hak adat atas tanah yang telah ketinggalan zaman untuk diselaraskan dengan hukum hak asasi manusia internasional dan untuk mempercepat kemajuan pada proses sertifikasi dan demarkasi sekitar 20 juta hektar tanah adat dan lebih dari 1300 komunitas yang pengakuannya masih tertunda. Secara konkret pemerintah Peru telah berkomitmen untuk mensertifikasi setidaknya 5 juta hektar tanah adat dan mengalokasikan paling tidak $20 juta dana donor internasional untuk tujuan tersebut.